Bukan diary, hanya catatan sembarangan dari keseharian anak yang hyper aktif

Senin, 12 Maret 2012

Pembunuhan diri

jari jemariku tak mampu mencengkram batas rasa yang telah membusuk.
ku cabik, ku cakar, ku sobek dinding ketegaran hingga terungkap lubang luka.
namun malah memperburuk keadaan. ribuan pasukan larva-larva menyergap tubuhku, menggerogoti tiap organ-organ. dan yang terjadi, sekujur tubuhku pun ikut membusuk besertanya.
aku merasa seperti bangkai yang berjalan beserta bangkai lainnya yang sebenar-benarnya bangkai.
hanya ada satu titik cahaya merah yang tersisa, yaitu sebuah benda yang ku kira sejak semalam adalah sumber dari segala penderitaan, ternyata itu adalah sebiji bibit usaha yang selama ini ku imajinasikan.
kini ku menyesal setelah bibit itu ku tendang, ku lempar, ku buang ke dasar bahari yang dalam.
dan kini ku benar-benar mati.
lirik cadas lagu barusan memang membantuku untuk membinasakan sehelai kehidupan di tubuh yang nista ini.
matipun jadi pilihan yang tepat, sebab dunia tak menjamin ketenangan.

(inspirasi : seorang sahabat yang sedang patah semangat)
fauzi 6 3 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita berbagi dengan mengomentari postingan ini.. haha