Bukan diary, hanya catatan sembarangan dari keseharian anak yang hyper aktif

Senin, 06 Agustus 2012

Insomnia night


            Sudah berapa lama inspirasi tak mau lagi berkunjung ke ruang fikirku, apakah ada sikapku yang membuatnya menjauh? Tak ada yang bisa ku tulis, gitarpun hanya lagu-lagu yang itu-itu saja ku mainkan. Malam ini sudah berapa kali ku coba menulis, menulis apa saja yang penting menulis. Ternyata sampai adzan subuh tak menghasilkan sebuah tulisan dalam bentuk apapun. Ku acak-acak rambut yang sudah mulai panjang ini, barangkali ada sesuatu yang terhalang masuk ke dalam otakku. Namun mau diacak sampai rontokpun tak ada satu inspirasipun yang masuk.
            Inspirasi, inspirasi, dan inspirasi. Sampai-sampai ku tulis status di facebook “INSPIRASI”, namun tak ada satupun yang muncul. Ada apa dengan otak kanan ini??  Sudah ku lakukan hal yang menurut ku paling bodoh  yaitu memaksakan otak untuk berfikir, tak menghasilkan apapun. Sudah berkali-kali laptop ini ku matikan, kuhidupkan, kumatikan lagi, kuhidupkan lagi. Sekali lagi tak ada hal baru yang melintas.
            Sejujurnya aku ingin melanjutkan cerita dalam tulisanku yang terdahulu, namun ternyata bukan hanya inspirasi yang menjauhiku, mood pun juga pergi entah kemana. Ah! Hidup sendiri tanpa dua hal ini sangat menjemukan. Apalagi saat seperti ini, dimana insomnia ku kambuh benar-benar terasa seperti orang sakau.
            Seandainya bisa dan boleh, aku memohon pada yang Kuasa untuk mati suri. Hanya sebentar saja, aku ingin mencari hal baru di alam lain setelah kematian. Tapi ku rasa tak perlu, karena aku malas kalau nantinya aku akan diwawancarai dan nama ku terpampang di sampul majalah siraman ruhani. Sebaiknya bagi anda yang bosan hidup di dunia, saya sarankan untuk beralih ke jejaring sosial di dunia maya, karena disini banyak orang yang berkeluh kesah, bahagia, marah, atau hanya sekedar mengolok-olok  orang lain. Tapi barangkali kalian sendiripun sudah sering melakukannya.
            Nah! Apa kataku barusan. Di time line facebook maupun twitter sudah berhamburan segala bentuk ekspesi emosi orang yang berbeda-beda. Dan aku menemukan hal baru kali ini, kalau dulu orang biasa senang dengan kalimat para motivator, menjadikannya sebagai penyemangat hidup, menulisnya dalam sms dan disebarkan ke kontak-kontak yang ada di hp, copy paste menjadi status facebook, menjadi kalimat nasihat untuk orang lain. Tapi sekarang keadaan berkata lain, banyak dari orang-orang mengumpat pada motivator, menganggapnya sebagai pembual. Ini karena sikologis orang-orang semakin hari semakin tertekan dan frustasi.
            Kita harus terbiasa survival dalam menghadapi cuaca hidup yang silih berganti. Biarlah para motivator terus bicara, karena itu sumber rezeki bagi mereka. Dan biarkan hidup kita berlanjut dengan cara kita sendiri. Eits, tapi jangan menutup hati untuk menerima masukan dari orang lain. Yang penting jadilah diri yang lebih baik lagi


            Zzzzzzzzzzzzz….. Zzzzzzzzzzzzzzzz…. Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz…………..

            “Ups! Maaf aku ketiduran. Sudah berapa lama ya?? Entahlah aku sendiri tak menyadarinya.“
Malam ini yang tak diharap hadir malah datang, insomnia penyakit yang membuat aku memulai membiasakan menulis sebelum tidur. Dan aku memiliki pengalaman unik dengan penyakit yang satu ini. Aku pernah tertarik dan jatuh hati kepada gadis yang juga mengidap penyakit ini.
            Malam itu, ku buka facebook dan ku lihat dia juga sedang online. Dia adalah gadis yang ku maksud. Dia temanku satu kampus, namun aku tak pernah bertemu langsung dengannya. Dan sejak kapan aku berteman di facebook dengannya, aku pun tak ingat. Dari status-status di facebook yang dia tulis, aku tahu dia adalah gadis yang unik. Ku coba mengajaknya berkenalan, ku kirim pesan lewat obrolan dan ku minta nomer telponnya. Walau nomernya sudah ku dapatkan, namun malam itu aku masih malu untuk mencoba mengirim sms. Kalian tahu, meminta nomer cewek di facebook itu saja sudah cukup menguras tenaga karena harus bertarung melawan rasa malu dan ini ku lakukan pertama kalinya dalam seumur hidup.
            Besok paginya baru aku beranikan diri untuk mengirim sms kepadanya, tak ada unsur apa-apa hanya sebatas ingin berteman. Tapi gadis yang aku sendiri belum pernah mendengar suaranya ini, dengan mudahnya membuat aku jatuh hati dan hati yang sudah lama tertutup ini sedikit demi sedikit mulai membuat celah.
            Tapi.. Hoaammm.. Kali ini rasa kantuk benar-benar sudah menguasai diriku. Sudahlah nanti saja ku ceritakan bagaimana kisah ku dengan gadis insomnia ini. Owh ya, aku pernah menulis puisi kacangan untuknya, bisa kalian baca  di postinganku sebelumnya yang berjudul  “Untukmu yang ku intip diam-diam”.
            Selamat pagi ku ucapkan untuk manusia normal, dan selamat malam untuk mereka yang mengidap insomnia.

2 komentar:

  1. Akhirnya nemu teman insomnia juga ( "--)/|

    Nice post :)

    BalasHapus
  2. jenis nocturnal kita ni. haha
    makasih

    BalasHapus

Mari kita berbagi dengan mengomentari postingan ini.. haha