Bukan diary, hanya catatan sembarangan dari keseharian anak yang hyper aktif

Minggu, 28 April 2013

SAJAK SEEKOR TIKUS


SAJAK SEEKOR TIKUS
Oleh : Fauziannor Anshari


Berkendara di daratan berombak
Melihat Banjarmasin di make up tebal-tebal

Bapak pembangunan di daerah ini menginginkan perbaikan
Sedang yang terjadi sebenarnya adalah kerusakan
Jalan-jalan lebar diperlebar
Jalan-jalan sempit semakin terhimpit

Bukan sok kritis Pak!

Perlebaran jalan hanya untuk kenyamanan pengendara roda empat
Sedang pengendara kaki tetap berjalan dengan tangan menutup hidung

Sementara proyek ini berjalan
Jalan di gang-gang sempit jadi korban
Sementara kendaraan mewah menantikan jalannya yang lempang
Masyarakat pinggiran terusik tidurnya

Mata Bapak mungkin hanya melihat proyek pembangunannya
Tanpa memperhatikan proyek kehancuran di berbagai tempat

Bukannya mengatakan daerah ini tak siap untuk di kembangkan
Hanya saja persiapannya harus benar-benar diperhitungkan

Uang tamasya diakhir jabatan
Nampaknya cukup untuk membeli batu semen dan pasir
Hanya sekedar menutupi yang berlubang
Atau sebut saja sebagai uang santunan 
Bagi mereka korban pembangunan

Aku tulis sajak ini
Sebagai perwakilan dari para tikus
Yang bermukim di saluran air comberan
Yang airnya mengalir dari gedung-gedung kemajuan
Yang tersisihkan atas nama pembangunan
Yang terbuai dengan kata perbaikan
Sedang yang dirasa hanya kerusakan
Sedang kalimat kemakmuran hanya menjadi impian
Dan mimpi-mimpi indah hanya dirasa mereka yang tidurnya di ranjang emas

Sebentar lagi
Rakyat akan kembali dibuai janji
Janji berupa mimpi
Untuk lima tahun kedepan
Lagi-lagi kita hanya bisa bermimpi

Banjarmasin, 27 April 2013
-Fauzi AA-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kita berbagi dengan mengomentari postingan ini.. haha