Bukan diary, hanya catatan sembarangan dari keseharian anak yang hyper aktif

Jumat, 24 Mei 2013

Memoar of Zombie

Memang dulu itu kita gak lama, dan mungkin tidak banyak yang bisa aku beri dan lakukan untukmu. 

Sudah lama juga kita tak bersama lagi, dan kita juga sempat dengan pasangan kita masing-masing.
 Aneh, memang aneh kalau kita mengingat semua dari awal sampai akhir. 

Sama-sama memiliki perasaan yang aneh, kita bisa jalan tanpa ada rasa, kita bisa bersama walau kita sering memaksakan perasaan masing-masing.
Saat rasa itu datang padaku, kau tak merasakannya, saat rasa itu datang padamu akupun tak lagi merasakannya.

"Singkat, namun sangat berkesan"

Mungkin itulah ungkapan yang cocok untuk hubungan ala Zombie kita dulu.

"Bukan ada maksud apa-apa dari tulisan ini, hanya saja arsip yang satu ini seolah terjatuh dari raknya dan memintaku untuk membacanya kembali"

"Kok cerita ini bisa seindah ini ya??"


Senin, 13 Mei 2013

Sajian Pergelaran Anggota Baru Sanggar At-Ta'dib


Sanggar At-Ta'dib Present
Pergelaran anggota baru Sanggar At-Ta'dib
27-28 Mei 2013
on Auditorium IAIN Antasari Banjarmasin
HTM Rp 7000 untuk pergelaran 2 malam
+snack, minuman dan sticker


Pantomine
Teater 
Puisi dan Musikalisasi Puisi
Tradisional dan Modern Dance






Minggu, 28 April 2013

SAJAK SEEKOR TIKUS


SAJAK SEEKOR TIKUS
Oleh : Fauziannor Anshari


Berkendara di daratan berombak
Melihat Banjarmasin di make up tebal-tebal

Bapak pembangunan di daerah ini menginginkan perbaikan
Sedang yang terjadi sebenarnya adalah kerusakan
Jalan-jalan lebar diperlebar
Jalan-jalan sempit semakin terhimpit

Bukan sok kritis Pak!

Perlebaran jalan hanya untuk kenyamanan pengendara roda empat
Sedang pengendara kaki tetap berjalan dengan tangan menutup hidung

Sementara proyek ini berjalan
Jalan di gang-gang sempit jadi korban
Sementara kendaraan mewah menantikan jalannya yang lempang
Masyarakat pinggiran terusik tidurnya

Mata Bapak mungkin hanya melihat proyek pembangunannya
Tanpa memperhatikan proyek kehancuran di berbagai tempat

Bukannya mengatakan daerah ini tak siap untuk di kembangkan
Hanya saja persiapannya harus benar-benar diperhitungkan

Uang tamasya diakhir jabatan
Nampaknya cukup untuk membeli batu semen dan pasir
Hanya sekedar menutupi yang berlubang
Atau sebut saja sebagai uang santunan 
Bagi mereka korban pembangunan

Aku tulis sajak ini
Sebagai perwakilan dari para tikus
Yang bermukim di saluran air comberan
Yang airnya mengalir dari gedung-gedung kemajuan
Yang tersisihkan atas nama pembangunan
Yang terbuai dengan kata perbaikan
Sedang yang dirasa hanya kerusakan
Sedang kalimat kemakmuran hanya menjadi impian
Dan mimpi-mimpi indah hanya dirasa mereka yang tidurnya di ranjang emas

Sebentar lagi
Rakyat akan kembali dibuai janji
Janji berupa mimpi
Untuk lima tahun kedepan
Lagi-lagi kita hanya bisa bermimpi

Banjarmasin, 27 April 2013
-Fauzi AA-

Minggu, 20 Januari 2013

my canvas

Mungkin kalian ingat dengan pelajaran kesenian menggambar waktu kalian masih duduk di bangku TK atau SD?? Pasti gambar kita tak pernah lepas dari pemandangan seperti langit, gunung, matahari, pantai, awan, bulan, bintang, pohon, dan lainnya. Kali ini aku akan bernostalgia dengan gambar-gambar tersebut. Mungkin bagi banyak orang gambar ini tak memiliki nilai seni yang tinggi, namun bagiku saat menggambar semua ini dengan menggunakan photoshop benar-benar membuat imajinasi kekanak-kanakanku bermain dengan bebasnya. Aku berasa kembali menjadi diriku di masa lalu, gendut, putih, dan rapi. Sangat jauh beda dari aku yang sekarang.
Dan ini adalah hasil dari coret-coretku yang hanya menggunakan brush di photoshop cs 4

masa lalu


so far away

di antara mereka

don't be scare

haratay


owl

alone

sunset


spur

everest




W.T.F
where is the freedom
fauziphowo.blogspot.com

thank's to
cold play atas lagu paradise yang udah jadi inspirasi untuk nostalgia ini

paradise














Kamis, 10 Januari 2013

Dokumentasi Paranoid Teater Tunas Banua Man 2 model Banjarmasin.

Minggu, 16 Desember 2012 kemarin Teater Tunas Banua berhasil mementaskan naskah PARANOID naskah dari Abang kami, Abang Riza Rahim. Kebetulan yang nyutradarain ni penggarapan aku sendiri. Ini merupakan garapan ketiga, pertama bersama Teater Tunas Banua juga aku bawain naskah PARADOX yang juga naskah dari abang Riza, kedua aku garap drama komedi bersama teman-teman satu jurusan kuliah dan yang dibawain naskah aku sendiri yang berjudul "jangan asal pilih" kalo nggak salah. hehe
Dari garapan Paradox kemarin kami berhasil memborong satu piala, yaitu saudari kami yang bernama Lintang berhasil mendapatkan penghargaan aktris terbaik. Dan untuk garapan komedi ku berhasil meraih juara 2, dan mendapat aktor terbaik. Nah yang nyabet tu penghargaan aktor terbaik adalah...(rahasia).

Nah naskah Paranoid yang berkonsepkan absurd ini benar-benar menguras tenaga, waktu, serta segala materinya. Beberapa tugas kuliah, middle tes, bahkan final test sekaligus. Tapi syukurnya semua bisa disusul dan ini berkat motivasi dari seseorang. hhe. Dan dengan latihan yang keras, para pemain pun banyak yang mengalami keseleo, karena di garapan ini memerlukan olah tubuh yang lumayan rumit.

Langsung saja, tanpa banyak kata-kata yang harus diketik, aku tunjukin aja deh dokumentasi penggarapan PARANOID di ajang festival teater modern se Kalimantan yang diselenggarakan oleh Teater Kita Banjarmasin. 

Fotografer : Saudari kami Siti Rosyidah Hamdan


di balik layar










                          Ironis
                          Gontai meniti jalan
                          Gurita derita berima di mata
                          Luka di jahit namun koyak pula
                          Berita itu pergi terbang gelantungan di purnama
                          Jauh dari tenteram

                          Siapa pandai berdusta?
mengaku cinta tepi berlaku durjana
Siapa pandai berdusta?
berlagak menolong lalu menindas
Siapa pandai berdusta? (lagu untuk adegan terakhir, PARANOID, karya Riza Rahim)

Teater Tunas Banua mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-4 untuk Teater Kita Banjarmasin
Tunas Banua..BEBASKAN EKSPRESIMUUU!!!!!!
Ini ni para kru dengan semangat dan kerjasama mereka yang luar biasa, sempat mendapatkan gelar grup teater militer dari penonton dan panitia karena kerja mereka yang rapi. Manajemen diri yang bagus, sehingga membentuk manajemen kelompok yang kuat.
Tetap keren dan rendah hati ya adik-adikkuuuuuuu... :)
TAI KUUUUCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!!!!
(pasword kalo lagi foto sehabis pagelaran, hhe)


yang sebelah kanan itu Rosi sang fotografer yang juga termasuk dalam keluarga besar Tunas Banua


Terimas kasih banyak untuk semuanya.

Terima kasih juga kepada keluarga kecilku, Sanggar Anam Banua Banjarmasin atas suport dan udah memberikan dorongan untuk garapan ini. Dan kepada Abang Riza (yang dorong vespa) beserta istri Ka Riena Rahim yang juga anggota Sabggar Anam Banua makasih. Pauzan (yang baju putih, Revi (yang di depan) bersama mereka-mereka inilah aku bekerja, mereka adalah keluarga, sahabat sejak kami di Tunas Banua sampai sekarang di sanggar kami tercinta Sanggar Anam Banua Banjarmasin (bisa dikatakan terbentuknya sanggar Anam Banua, karena anggota pelopor Teater Tunas Banua lulus sekolah dari Man 2 Model Banjarmasin agar kami tetap memiliki satu wadah untuk berkarya bersama-sama).



Dan inilah hasil dari jerih payah dan doa kai selama sebulan lebih, Teater Tunas Banua berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yaitu
penata artistik terbaik
sutradara terbaik
dan penyaji terbaik satu festival teater modern se-Kalimantan
(dok. Metro Banjar)
"Berlatih hingga kaki terkilir"
dalam foto ini masih sempat-sempatnya bubuhan Tunas meminta foto pake pasword tai cuking. hha

Tetap berjaya Tunas Banua, ingat ilmu padi, ilmu botol, dan ilmu-ilmu positif lainnya.
sekali lagi "Teatp keren dan rendah hati"
sampai ketemu pada produksi selanjutnya
TUNAS BANUA
BEBASKAN EKSPRESIMUUUU!!!!!!!

thank's to 
Allah SWT
Nabi Muhammad saw,
Orang tua serta guru-guru kami
dangsanak-dangsanak Sanggar At-Ta'dib yang sudah suport dan mendoakan
dan semua pihak yang sudah suport kami. terima kasih banyak.

Selasa, 11 Desember 2012

PARANOID, karya RIZA RAHIM

Bagi anda yang sedang di Banjarmasin dan sekitarnya, sempatkan waktu untuk ini yaa.. hhe
 : TEATER TUNAS BANUA MAN 2 MODEL BANJARMASIN MEMPERSEMBAHKAN.
PARANOID, KARYA : M. RIZA RAHIM, SUTRADARA : FAUZIANNOR ANSHARI.
PEMAIN : TAYIB sbg ANAK SENDOK, SIDI sbg MOYANG, YAMANI sbg PURNA 1, FIKRI sbg PURNA 2, INAS sbg PURNA 3, SELVI sbg PETRTIWI, ANISA sbg JUWITA, YULI sbg MANJA.
MINGGU 16 DESEMBER 2012, PUKUL 08.00 WITA. BALAIRUNGSARI TAMAN BUDAYA BANJARMASIN. FESTIFAL TEATER MODERN (kolektif & monolog) se-KALIMANTAN. DISELENGGARAKAN OLEH TEATER KITA BANJARMASIN.

Jumat, 26 Oktober 2012

Hasil wawancara dengan sapi qurban (edisi ied adha)


Assalamu’alaikum  wr, wb. Sebelumnya aku mau ngucapin selamat hari raya Idul Adha 14xx Hijriah (sory aku lupa tahun Arabnya) mohon maaf lahir dan bathin, semoga di hari yang suci ini kita mendapatkan berkah dan semoga sapi yang di kurbankan hari ini bisa mendapatkan kandang baru yang layak di alam sana. Amiien.
               Ngomong-ngomong tentang Idul Adha dan sapi, aku punya pengalaman nih. Hasil dari survey seharian keliling Banjarmasin Cuma mau ngasih angket aja buat para sapi yang mau disembelih. Ini pekerjaan yang gampang kok, kita cukup ngasih angket sama pensil 2B sama para sapi biar nanti mereka sendiri yang ngisi pertanyaan yang ada di angket tersebut. Cuma tak semua sapi yang mendapat pendidikan layak, masih ada beberapa ekor sapi yang tidak bisa baca tulis. Sebagai sapi dia adalah seekor sapi yang buta aksara. Tragis, si sapi yang hidupnya serba kesusahan, nyari makan sulit karena rumput-rumput di dunia ini telah digantikan oleh rumput sintetis yang biasa kita temui di lapangan futsal, karena tak mempunyai tempat tinggal mereka juga harus tidur di kandang sapi (Ya..Eyaaalaaah!! Namanya juga sapi!!). Belum lagi majikan mereka yang genit dan tidak bertanggung jawab tiap hari meremas-remas tetek si sapi tapi sang majikan tetap nggak mau ngawinin, padahal si sapi juga sudah pada umur yang matang untuk dikawinin. Ya wajar dong kalo si sapi berharap lebih pada majikannya, wong majikannya suka mainin perasaan si sapi (kesian).

Senin, 08 Oktober 2012

THE GODFATHER IV







Setelah melewati perjuangan yang berat di tengah-tengah peluru yang berdesing, derai air mata, gelak tawa, dan dengan segala bentuk ketegangan lainnya akhirnya selesai  juga ni nonton film The Godfather 1 sampai 3. Inspiratif banget ni film, saking menginspirasinya aku jadi ingin membuat sebuah perkumpulan yang bergerak di dunia bisnis ala mafia Itali seperti di film The Godfather. Tapi bisnis apa yang cocok kira-kira buat seorang mahasiswa kere seperti aku ni ya??

               Membuat usaha kerajinan bross seperti yang sedang marak dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa di kampusku sebagai mata pencaharian sampingan?? Ah, tak mungkin lah.. Masa hanya karena persaingan bisnis bross yang sangat ketat kita harus saling membunuh kayak di film Godfather sih. Kan gitu, kalo di film Godfather kan keren, ada yang usaha minyak jaitun, narkoba, yaa bisnis-bisnis yang besar gitu laah. Ide yang aku sendiri tak setuju ini  terinspirasi dari Vito Corleone yang mengenakan mawar merah di kantong jasnya sebagai bross.  Nah ini yang sedang aku fikirkan, usaha apa yang cocok untuk aku. Tapi liat kondisi juga lah, disesuaikan dengan kantong, bagaimana pemasukan dan pengeluarannya, bayar anak  buah untuk dijadikan bodyguard, beli senjata, beli mobil lamborginy, setelan jas yang oke, ongkos potong rambut, dan yang terakhir mengurus perubahan nama ke kantor urusan agama. Dan kira-kira nama apa yang cocok kira-kira???

Jumat, 05 Oktober 2012

Teater Tunas Banua


          Nggak sengaja nemu foto ini di file dalam laptop.

           Jadi teringat masa-masa perjuangan bersama keluarga Teater Tunas Banua nii.... Hiks, sedih. tunggu kuusap dulu air mata yang keluar ini, (kaos kaki mana kaos kaki!!!!!). Baik daripada saya bersedih tidak jelas seperti ini lebih baik kita simak artikel yang saya tulis sendiri ini dengan seksama dan memerlukan penghayatan secara mendalam. Semoga bermanfaat.

Jumat, 21 September 2012

salah satu kelemahan POWO


                    Satu hal ini saudara-saudara, meski aku ini ganteng, bersahaja, berwibawa, dan jantan. Ada sebuah titik kelemahan yang  mengakibatkan kelelakianku sering diragukan oleh teman-teman. Aku lemah bila itu menyangkut cewek, apalagi cewek yang disuka. Ada satu kejadian, tatkala itu (berrrat ni pemirsa) saat waktu kosong disela-sela kuliah aku berteriak-teriak dari jendela kelas yang kebetulan kelasku ada di lantai dua. Aku meneriakkan kata “I WANT YOUUU!!! NEED YOUUU!!!! LOVE YOUUU!!!!! F*CK YOUUU!!!!!!!! (scream). Tapi sungguh teriakkan itu tak ditujukan untuk siapapun, hanya ingin berteriak saja.
                    Dan saat teriakkan yang kesekian kalinya.
                    “Tunggu!! Ada nyamuk di kaki ku, akan ku pukul tepat di keningnya.”
                    PLAK!!!!
                    “Ups, maaf . Bukan niat ku untuk membunuhmu, tadi aku hanya ingin memukul keningmu saja kok. Maaf ya emmuuuuk….” >,<
                    Ya, lanjuuuut.

Senin, 06 Agustus 2012

Insomnia night


            Sudah berapa lama inspirasi tak mau lagi berkunjung ke ruang fikirku, apakah ada sikapku yang membuatnya menjauh? Tak ada yang bisa ku tulis, gitarpun hanya lagu-lagu yang itu-itu saja ku mainkan. Malam ini sudah berapa kali ku coba menulis, menulis apa saja yang penting menulis. Ternyata sampai adzan subuh tak menghasilkan sebuah tulisan dalam bentuk apapun. Ku acak-acak rambut yang sudah mulai panjang ini, barangkali ada sesuatu yang terhalang masuk ke dalam otakku. Namun mau diacak sampai rontokpun tak ada satu inspirasipun yang masuk.

Rabu, 25 Juli 2012

Berimajinasi dengan awan


Mari kita berimajinasi dengan awan. Sejak kecil aku selalu melakukan hal ini, membayangkan bentuk awan-awan yang ada di langit dengan benda-benda yang biasa ku lihat. Namun tak jarang pula aku membayangkan sesuatu yang absurd dari awan-awan ini.
Foto-foto ini diambil di kawasan Martapura Lama dengan menggunakan kamera hp Samsung Corby txt.



 (Lihatlah segerombol rumput yang ingin menggapai sang awan!! Gapailah keinginan kalian selagi kalian bisa teman!!)

(Ternyata awan itu telah memilih satu, diantara puluhan rumput yang menginginkannya. Beruntung sekali teman kita yang satu ini.)

Selasa, 24 Juli 2012

rockabye baby in this fuckin' night


                Oke. Sementara nunggu mood buat melanjutkan catatan mengenai petualangan ku selagi di SMA, aku  ingin menceritakan  tentang peristiwa yang satu ini. Orang-orang bilang sih hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 20. Memang, kalau aku liat di akte kelahiran, biodata, dan data-data diri yang ku miliki memang seharusnya hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 20.
                Entah apa yang ada di benakku. Yang  pasti aku sama sekali tidak merasa bahwa aku benar-benar telah dilahirkan di muka bumi ini. Aku merasa bahwa ada sebuah kejanggalan saat aku berada, bergerak, berjalan di bumi. Seperti sebuah boneka voodoo yang mengenakan  pakaian. Semacam ada sebuah  skenario yang mengharuskan aku seperti ini dan seolah ada seorang sutradara yang  mengatur  jalannya sebuah pertunjukkan drama teater.
                Kalian tau?? Kadang aku ingin dilahirkan sebagai Jimi Hendrix, Kurt Cobain, Brad Pit, ir. Soekarno, Jalaludin Ar Rumi, dan bahkan aku pernah berkhayal dilahirkan sebagai tokoh Aray pada sebuah novel yang ditulis oleh Andrea Hirata yang berjudul Sang Pemimpi. Mereka adalah sebagian tokoh yang memberikan ku inspirasi hidup. Namun, ada seorang tokoh fiksi yang benar-benar bisa menyedotku ke dalam kehidupannya. Adalah Makkah, seorang tokoh yang ada di novel Maestro. Kalian pernah membacanya??